Bencana Banjir Longsor Sibolga: Infrastruktur Terputus, Ratusan Warga Terdampak
Curah Hujan Ekstrem Memicu Bencana Ganda, Tim Gabungan Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi
Kota Sibolga, Sumatera Utara, dilanda bencana alam ganda, yaitu banjir dan tanah longsor, menyusul curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari 24 jam terakhir. Bencana ini tidak hanya merendam puluhan rumah di kawasan dataran rendah tetapi juga menyebabkan longsor di wilayah perbukitan, memutus akses jalan utama dan mengancam keselamatan ratusan warga.
Pemerintah Kota Sibolga bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera menetapkan status tanggap darurat. Fokus utama saat ini adalah upaya evakuasi warga yang terjebak dan pembersihan material longsor yang menimbun jalur transportasi vital.
Longsor di Area Perbukitan Memutus Akses
Karena topografinya yang berbukit-bukit, Sibolga sangat rentan terhadap tanah longsor saat hujan deras. Laporan dari BPBD menunjukkan bahwa titik longsor terparah terjadi di jalur penghubung antar kecamatan. Material longsor berupa tanah, batu, dan pepohonan menutupi badan jalan, membuat jalur darat terisolasi.
Dampak Longsor: Pemutusan akses ini menghambat distribusi bantuan logistik dan juga mempersulit pergerakan tim medis ke lokasi yang membutuhkan. Alat berat segera dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan material longsor, namun kondisi cuaca yang masih tidak menentu menjadi tantangan besar.
Banjir Merendam Kawasan Padat Penduduk
Sementara itu, di kawasan dataran rendah dekat pelabuhan dan aliran sungai, banjir dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa merendam permukiman. Keterbatasan drainase kota dalam menampung volume air hujan yang ekstrem disinyalir menjadi penyebab utama meluapnya air.
Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi puluhan keluarga ke tempat pengungsian sementara yang disiapkan di gedung serbaguna dan masjid terdekat. Bantuan berupa makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan darurat mulai didistribusikan kepada warga terdampak.
"Kami mengimbau masyarakat Sibolga yang tinggal di lereng bukit untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika intensitas hujan tidak berkurang. Waspadai potensi longsor susulan dan arus deras banjir," tegas Kepala BPBD Sibolga.
Masyarakat juga diminta untuk berhati-hati terhadap bahaya listrik dan melaporkan segera jika ada anggota keluarga yang hilang atau membutuhkan bantuan darurat.



Posting Komentar