Erupsi Gunung Semeru - Status Siaga Tetap Warga Diimbau Jauhi Radius Bahaya
Gunung Api Tertinggi di Jawa Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Material Vulkanik
Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya yang signifikan. Dalam beberapa hari terakhir, gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami beberapa kali erupsi disertai luncuran Awan Panas Guguran (APG) dan hujan abu vulkanik, memaksa pihak berwenang untuk mempertahankan status Siaga (Level III).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau aktivitas Semeru 24 jam sehari. Erupsi terbaru yang terjadi pada pagi hari tadi (20/11/2025) meluncurkan APG dengan jarak luncur mencapai 4 kilometer dari puncak Jonggring Seloko, mengarah ke sektor tenggara (Besuk Kobokan dan Besuk Sat).
Zona Larangan dan Imbauan Kunci
Meskipun statusnya berada di Level III (Siaga), yang berarti aktivitas gunung dapat meningkat sewaktu-waktu, PVMBG telah menetapkan zona berbahaya yang wajib dipatuhi oleh seluruh masyarakat dan wisatawan.
1. Radius Mutlak Berbahaya
Masyarakat dan wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak. Ini adalah area yang paling mungkin dilalui oleh material APG.
2. Zona Potensi Dampak
Di luar zona 13 km, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena potensi perluasan jangkauan APG dan lahar dingin.
Kepala PVMBG menegaskan bahwa bahaya utama saat ini adalah lahar dingin saat terjadi hujan lebat di sekitar puncak, yang dapat membawa material vulkanik menuruni lereng dan mengancam permukiman di sepanjang aliran sungai.
Dampak Hujan Abu dan Kesiapsiagaan
Erupsi Semeru juga menyebabkan terjadinya hujan abu vulkanik yang menyebar ke beberapa desa di sekitar lereng, terutama di wilayah Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Meskipun bersifat ringan hingga sedang, abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan pernapasan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah mendistribusikan ribuan masker kepada warga di wilayah terdampak dan menyiapkan jalur evakuasi serta posko pengungsian sementara.
Masyarakat diimbau untuk:
Mengenakan masker dan pelindung mata saat berada di luar ruangan.
Memantau informasi resmi hanya dari PVMBG dan BPBD, serta mengabaikan kabar atau hoaks yang tidak jelas sumbernya.
Waspada terhadap peningkatan volume dan warna air sungai yang dapat menjadi indikasi terjadinya lahar dingin.
Kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap zona larangan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana dari aktivitas Gunung Semeru.

Posting Komentar