Kenapa Harga Token Listrik Naik? Cek Rincian Tarif Per kWh Februari 2026
Banyak masyarakat mengeluhkan kenapa saldo kWh yang didapat saat membeli token listrik terasa lebih sedikit dibandingkan bulan lalu. Pertanyaan pun muncul: "Apakah tarif listrik naik di Februari 2026?"
Memahami komponen biaya listrik sangat penting agar Anda bisa mengatur anggaran bulanan dengan lebih baik. Mari kita bahas penyebab perubahan harga token listrik dan rincian tarif terbaru yang berlaku saat ini.
1. Penyebab Kenapa Saldo kWh Token Anda Berkurang
Banyak orang mengira harga per kWh adalah satu-satunya penentu. Padahal, saat Anda membeli token, uang Anda dibagi ke beberapa komponen berikut:
Pajak Penerangan Jalan (PPJ): Besarnya bervariasi tergantung kebijakan pemerintah daerah (biasanya 3% hingga 10%).
Biaya Administrasi: Tergantung tempat Anda membeli token (Mobile Banking, minimarket, atau e-wallet).
Materai: Berlaku untuk pembelian token dalam jumlah besar (biasanya di atas Rp500.000).
Penyesuaian Tarif (Tariff Adjustment): Pemerintah melakukan evaluasi tarif setiap tiga bulan berdasarkan harga minyak dunia, kurs Dollar, dan inflasi.
2. Rincian Tarif Listrik per kWh (Februari 2026)
Hingga pertengahan Februari 2026, pemerintah melalui PLN menerapkan skema tarif nonsubsidi yang fluktuatif namun tetap terjaga. Berikut adalah perkiraan rincian tarif untuk golongan pelanggan rumah tangga:
| Golongan Daya | Peruntukan | Tarif per kWh (Estimasi) |
| R-1/450 VA | Rumah Tangga Kecil (Subsidi) | Rp415 |
| R-1/900 VA | Rumah Tangga Kecil (Subsidi) | Rp605 |
| R-1/900 VA RTM | Rumah Tangga Mampu | Rp1.352 |
| R-1/1.300 VA | Rumah Tangga Menengah | Rp1.444,70 |
| R-1/2.200 VA | Rumah Tangga Menengah | Rp1.444,70 |
| R-2/3.500 VA ke atas | Rumah Tangga Besar | Rp1.699,53 |
> Catatan: Harga dapat sedikit berbeda tergantung pada kebijakan penyesuaian otomatis yang ditetapkan Kementerian ESDM.
3. Cara Menghitung kWh yang Anda Dapatkan
Jika Anda membeli token Rp100.000 untuk daya 1.300 VA di wilayah dengan PPJ 5%, begini cara hitungnya:
Potongan Administrasi: Misal Rp2.500 $\rightarrow$ Sisa Rp97.500.
Potongan PPJ (5%): Sekitar Rp4.643 $\rightarrow$ Sisa uang untuk listrik Rp92.857.
Jumlah kWh: Rp92.857 dibagi Rp1.444,70 = 64,2 kWh.
Inilah alasan kenapa angka yang muncul di meteran tidak bulat sesuai nilai nominal rupiah yang Anda beli.
4. Tips Hemat Listrik agar Token Tidak Cepat Habis
Jika Anda merasa harga listrik semakin mahal, satu-satunya cara adalah dengan efisiensi:
Gunakan Lampu LED: Jauh lebih hemat daya dibanding lampu pijar biasa.
Cabut Colokan yang Tidak Terpakai: Charger HP atau TV yang standby tetap menyedot listrik kecil namun terus-menerus.
Atur Suhu AC: Suhu ideal di 24-25°C sudah cukup sejuk dan meringankan beban kerja kompresor.
Manfaatkan Fitur di Aplikasi PLN Mobile: Anda bisa memantau riwayat pemakaian agar lebih terkontrol.
Kesimpulan
Kenaikan harga token listrik seringkali disebabkan oleh penyesuaian tarif berkala dan besaran pajak daerah. Dengan mengecek rincian tarif per kWh di bulan Februari 2026 ini, Anda bisa lebih bijak dalam menggunakan alat elektronik di rumah.
Apakah Anda merasa tagihan listrik bulan ini lebih boros dari biasanya? Yuk, bagikan pendapat Anda di kolom komentar!

Posting Komentar